Menerobos Banjir


suasana_banjir2Minggu – minggu ini beberapa wilayah di Indonesia sedang mengalami cuaca yang kurang baik termasuk Jakarta sebagai ibukota. Hembusan angin kencang disertai hujan sering kali melanda. Kamis, 17 Januari 2013 hujan deras menguyur ibukota. Hujan turun sejak dini hari. Mendungnya langit pagi hari serasa waktu menjelang sore. Perkiraanku mengenai halaman rumah yang tergenang terbukti benar ketika saya mengintip dari jendela lantai 2, tempat saya tinggal. Ketinggian air diperkirakan mencapai 20 cm. Saya harus menunggu hujan reda dan genangan air berkurang untuk bisa berangkat ke kantor. Rintikan demi rintikan pun terus turun.

Penasaran dengan perbincangan ibu kos di lantai dasar membuat ku untuk turun melihat kondisi halaman. Di lantai dasar air dari luar sudah masuk ke rumah. Genangan air di halaman sudah mencapai ketinggian lutut orang dewasa kurang lebih 50 cm. Saya mencoba berjalan menyusuri gang yang penuh dengan genangan air. Tidak semua daerah Pancoran Barat dilanda banjir.  Beberapa rumah sudah tergenang air. Para pemilik rumah dengan sigap mengamankan barang-barang. Ada juga warga yang sedang menguras air yang masuk rumahnya. Beda halnya dengan anak-anak, malah senang bermain air. Baru kali ini saya merasakan banjir seperti ini.

Setelah berjalan-jalan, saya pun segera kembali ke kosan untuk bersih-bersih sebelum berangkat ke kantor. Saya berangkat sekitar  jam 10 an. Tidak seperti biasanya berangkat dari kosan untuk berangkat kerja mengenakan celana pendek tanpa alas kaki. Disesuakan dengan situasi kondisi..:D Hal ini sengaja untuk bisa menerobos genangan air. Jas hujan pun tidak lupa dipakai. Pakaian ganti pun sudah saya bawa di dalam tas.

suasana_banjir

Keluar dari wilayah banjir, saya langsung menuju kosan teman untuk kembali bersih-bersih dan ganti pakaian. Sebagian teman-teman kosan tidak masuk kantor. Ada teman yang berangkat ke kantor. Mobil yang ditumpanginya terjebak banjir dan macet. Dia terpaksa balik lagi ke kosan tidak jadi ngantor. Mendengar informasi arus lalu lintas dari teman dan televisi, akhirnya saya berjalan kaki tidak naik mobil.

Berharap masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan. Perlu adanya kerjasama antara warga dengan pemerintah setempat untuk meminimalisir akan terjadinya banjir dadakan.

3 thoughts on “Menerobos Banjir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s