Ladang Rejeki Ojek Payung


Siang hari ini cuaca Jakarta mendung. Hujan kembali mengguyur ibukota. Hujan disertai angin kencang membuat beberapa aktivitas terganggu. Air mulai menggenangi jalanan. Pedagang kaki lima berusaha menjaga tempatnya agar tidak terkena air. Nampak beberapa anak berlarian sambil membawa payung menuju gedung. Meraka adalah ojek payung. Bocah-bocah tersebut menawarkan payungnya kepada orang-orang yang baru keluar dari gedung. Setidaknya dengan menggunakan payung badan terlindung dari air hujan.

“Payungnya, bu..!”

“Payungnya, pak..!”

“Payungnya, kak..!”

Ya begitulah kirannya mereka menawarkan payungnya sambil menggigil kedinginan.

Ketika ada orang yang mau meminjam payungnya, ia mengikutinya sambil hujan-hujanan. Sampainya di tempat tujuan si peminjam langsung mengembalikan payung dan memberinya uang kepada bocah tersebut sebagai tanda terima kasih. Bagi mereka hujan merupakan ladang rejeki. Lumayan buat tambahan uang jajan. Begitulah kondisi waktu hujan siang tadi di dekat Gedung Menara Jamsostek.

22 thoughts on “Ladang Rejeki Ojek Payung

  1. Alloh Maha Adil,ketika untuk kita satu derita misalnya,tapi untuk orang lain kebahagian.Benar kata Bu Mila,selalu ada hikmah dibalik kejadian.Nice share,thanks ya,happy blogging.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s