Aku dan sebutir telur ayam


Pagi  yang cerah aku sudah bangun dan segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Bekal sekolah adalah hal yang tidak lupa untuk kupinta. Aku biasa meminta kepada ayahku. Ayah pun selalu memberikanku uang. Ketika  tidak sedang mempunyai uang, ia menyuruhku untuk menukarkan telur ayam peliharaannya ke warung di dekat rumahku.

Aku pun langsung menuju tempat  induk ayam biasa tinggal. Diambilnya  sebutir telur dan kutukarkan ke warung. Dengan menukarkan 1 telur ayam aku  bisa mendapatkan Rp 500. Dari uang tersebut Rp 300 untuk menabung dan Rp 200 untuk jajan. Senangnya aku bisa mendapatkan uang.

Itulah yang aku alami 12 tahun silam  ketika duduk di bangku sekolah dasar SDN 2 Kawali yang sekarang berubah nama menjadi SDN 5 Karangpawitan. Aku tidak akan pernah melupakan hal itu.

8 thoughts on “Aku dan sebutir telur ayam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s