Harga Cinta


Berapa harga sebuah cinta? Sejuta, semilyar, setrilyun atau tidak ada bilangan yang bisa menggambarkan saking tidak ternilainya? Jangan-jangan malah justru gratis, karena kita tidak perlu membelinya?  Alloh memberikannya tanpa perlu kita meminta apalagi membayarnya.

Cinta di sini tentu saja cinta antara wanita dan pria. Karena kalau cinta ibu dengan anak kita tidak perlu meragukannya. Apalagi cinta Rabb dengan makhluknya. Walaupun dalam kenyataannya ada juga ibu yang tega dengan buah hatinya sendiri, tapi itu tidak cukup membuktikan kalo cinta ibu itu tidak tulus.

Tapi cinta wanita dengan pria? Banyak yang tidak menjualnya tapi tidak sedikit pula yang menjualnya. Bahkan dengan harga yang sangat mahal. Kadang sering juga dengan sangat murah.

Ngomongin apa sih? Entahlah, karena pertanyaan itu begitu saja bersarang di otakku. Ini berawal ketika aku membaca sebuah tabloid yang memuat cerita tentang seorang anak seusia SMP yang rela dikomersialkan oleh pacarnya hanya karena takut cintanya diputus. Mahal sekali harga yang diberikannya untuk sebuah cinta. Secara hukum kasusnya memang selesai, cowoknya divonis dan harus menjalani hukumannya. Lalu bagaimana dengan anak “gadis” itu? Menghujat dan mencibir anak itu karena sudah melakukan sesuatu yang tidak benar, itu sangat mudah. Aku memilih untuk tidak mengomentarinya.

Aku hanya ingin melihatnya dari sisi lain. Anak “gadis” ini telah menukarkan masa depannya dengan sebuah cinta. Memang tidak ada yang tau apa yang ada diujung jalan masa depan kita, juga masa depan “gadis” itu. Kita memang tidak bisa menjudge kalau masa depannya akan suram karena keadaannya yang sekarang. Sering sekali kita menjadi sok tau, seolah-olah tau bagaimana masa depan kita. Padahal harusnya kita ingat kalo masa depan itu milik Alloh. Mungkin dan semoga ini merupakan jalan awal agar “gadis” itu menapaki jalan yang lain, jalan yang lebih baik tentu saja.

Pasrah dengan takdir donk? Tidak… Karena sesuatu itu bisa dikatakan takdir kalo sudah terjadi pada manusia. Sebelum takdir terjadi, selalu ada pilihan yang diberikan Alloh kepada kita. Sesulit apapun, selalu tetap ada pilihan. Dan pilihan itulah yang akan menuntun kearah takdir manusia. Bagaimana dengan bencana alam? Itu adalah musibah.

Kembali ke cinta, Mencintai memang mudah. Untuk dicintai juga mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar. Karena menurutku mencintai itu tidak untuk mengambil, tapi memberi.

Seperti kata Mahatma Ghandi

Cinta tidak pernah meminta, tapi memberi. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan

Mungkin ada saatnya Tuhan menginginkan kita bertemu dan mencintai orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Tapi setidaknya ada ibrah yang bisa kita dapat darinya. Walau sebenarnya tidak harus se”ekstrim” itu deh untuk mengenal cinta.

Buya Hamka mengatakan kalo cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. Subhanallah, Mahasuci Allah yang telah memberikan cinta-Nya pada manusia dengan memberikan anugrah berupa rasa cinta.

Cinta sejati adalah kecintaan pada Alloh. Kecintaan pada-Nya pasti bisa menyelamatkan orang yang mencintai-Nya dari adzab dan semestinya pula seorang hamba tidak mencoba-coba mengganti cinta hakiki itu dengan yang lainnya.

sumber: http://agustinw.blogspot.com/2008/12/harga-cinta.html dengan perubahan

4 thoughts on “Harga Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s