Kalahkan SMAN 1 Rancah, SMAN 1 Kawali Cetak 13 Gol

TIM SMA Negeri 1 Kawali melumat pasukan SMA Negeri 1 Rancah dengan skor telak 13-0 dalam pertandingan babak perempat final kompetisi Liga Pendidikan Indonesia tingkat Kabupaten Ciamis, Selasa, 20 Maret 2012 di Stadion Buldozer Ciamis.
Gol beruntun yang diciptakan kaki-kaki terampil tim SMAN 1 Kawali tak pelak membuat suasana semarak di arena pertandingan. Sekitar 100 penonton di kiri-kanan lapangan, tak henti-hentinya bert berteriak keras, setiap kali gawang SMAN 1 Rancah kebobolan.
Dalam laporan pertandingan yang dipantau di sekretariat Kepanitiaan Nasional Liga Pendidikan Indonesia di Jakarta, sebanyak delapan gol untuk keunggulan SMAN 1 Kawali tercipta pada babak pertama. Empat gol diantaranya disumbangkan pemain nomor punggung atas nama Andris yang diciptakan pada menit ke-3, menit ke-10, menit ke-14 dan menit ke-31.
Sedangkan empat gol lainnya, masing-masing disumbangkan oleh Jafar, pemain nomor punggung 10 pada menit ke-6 dan ke-30, Noerismara pemain nomor 6 menit ke-18, dan Samsul pemain nomor 9 pada menit ke-25.
Memasuki babak kedua, pertandingan yang dipimpin wasit Ayi Daud Spd. masih terus berlanjut dengan permainan cepat. Para pemain SMAN 1 Kawali yang dimanajeri oleh Beben ini masih terus menunjukkan kelas permainannya.
Hasilnya, anak asuh pelatih Aziz ini berhasil menambah koleksi hingga 5 gol. Bahkan Andris kembali menyumbangan dua gol pada menit ke-57 dan ke-62, ditambah lagi dua gol sumbangan Dika pemain nomor 11 pada menit ke-56 dan menit ke-63, serta Harry, pemain nomor 16 pada menit ke-55. (*)

Terima Kelulusan, Siswa SMAN 1 Kawali Sujud Syukur Bersama

Sebanyak 318 siswa SMAN 1 Kawali, Jum’at (24/5-2013) memerima surat pemberitahuan kelulusan di Mesjid At-Taqwa Kawali, setelah mereka bersama Kepala Sekolah, para guru dan orang tua murid melaksanakan sholat Ashar berjamaah dan sujud syukur bersama.

Dipilihnya mesjid At-Taqwa yang berjarak ± 300 meter dari sekolah sebagai tempat pembagian surat kelulusan, menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Kawali Sudarman, S.Pd., M.Pd., karena mesjid adalah tempat yang suci.

“Kecerdasan pendidikan bukan hanya intelektual, yang paling dominan adalah kecerdasan sepiritual, sosial, dan emosional, makanya dipilih mesjid sebagai tempat kelulusan karena mesjid adalah tempat yang suci,“ ujar Sudarman, kepada Bedanews.com disela-sela pemberian surat kelulusan oleh wali kelas kepada oleh orang tua masing-masing.

Lebih lanjut Sudarman mengungkapkan, ujian yang telah dilalui siswanya dari jurusan IPA dan IPS, sangat berat sekali. Untuk itu persiapan ujian diawali doa bersama orang tua murid, dan hasilnya sangat menggembirakan, karena seluruh siswa yang mengikuti UN, semua lulus, makanya pada hari ini (Jum’at, 24/5/2013) kita menggelar sujud syukur bersama.

Menurut Sudirman, semua murid pada acara tersebut mengenakan pakaian Islami serta didampingi oleh orang tuanya agar tidak terjadi penyimpangan. “Para siswa mengenakan pakaian Islami sebagai indikator perilaku Islam memakai jilbab, baju koko (baju taqwa), pulang didampingi orang tua sampai kerumah untuk meminimalisir penyimpangan-penyimpangan,” ujar kepsek.

Pembagian surat kelulusan dengan nuansa religi Islami diharapkan membawa pesan moral bagi siswa yang lulus. “Pembagian surat kelulusan dilaksanakan seperti ini tentunya dengan sebuah pesan moral supaya ada peningkatan kualitas sepiritual anak didik dalam menghadapi kondisi Indonesia sekarang ini,” kata Sudarman berharap.

Sementara itu, Eri dari Desa Kadewata Kecamatan Lumbung, Ciamis, orang tua dari Citra siswa kelas IPA 1 mengaku sengaja datang ke Mesjid At-Taqwa karena bersyukur anaknya lulus SMA, dan untuk mengikuti sujud syukur bersama dengan anaknya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komite sekolah SMAN 1 Kawali, Endang Sutisna kepada BEDAnews.com menyatakan pembagian surat kelulusan di mesjid karena dua alasan, yakni SMAN 1 Kawali berorientasi agama dan untuk memahami bahwa kelulusan atau keberhasilan bukan semata hasil jerih payah manusia, tapi berkat pertolongan dan lindungan Allah YME. (Abraham)

Sumber : http://www.bedanews.com/terima-kelulusan-siswa-sman-1-kawali-sujud-syukur-bersama

Sistem Rekrutmen dan Pembinaan Terpadu, Dongkrak Prestasi SMAN 1 Kawali

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Keberhasilan perolehan berbagai prestasi dan penghargaan SMAN 1 Kawali di berbagai event akademis dan non akademis, tingkat kabupaten dan provinsi, didukung oleh sistem rekrutmen dan pembinaan yang telah diterapkan di sekolah.

Hal itu diungkapkan Kepala SMAN 1 Kawali, Drs. Endan Adiwisastra, kepada HR, minggu lalu. Endan juga mengatakan, selama ini pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin mencetak siswa-siswi yang cerdas, emosional dan akademik.

Dia juga mengaku bangga atas apa yang saat ini diraih oleh pihak sekolah, diantaranya seperti perolehan juara dan penghargaan lomba Presentasi Artikel Diksastrasia, Lomba Tata Upacara Tingkat Kab. Ciamis, Trophi bergilir Volley Ball, Cerdas Cermat Bela Negara Tingkat SLTA, lomba baca puisi tingkat Jabar, dan kegiatan GALAKSI (Gelar Aksi Karakter Siswa Indonesia) Tahun 2010.

œ”Ternyata prestasi-prestasi tersebut diraih berkat sistem rekrutmen dan pembinaan yang diterapkan dari sekolah kami selama ini,”€œ sambungnya.

Sistem rekrutmen di SMAN 1 Kawali, tutur Endan, sesuai dengan program RSKM (Rintisan Sekolah Kategori Mandiri) atau Sekolah Standar Nasional (SSN), dimana perekrutan calon siswa 30 persen dari jalur prestasi, baik akademis maupun non akademis, dan 70 persen dari umum.

“Dengan sistem rekrutmen 30 persen dari siswa berprestasi akademis dan non akademis dan 70 persen umum, dipastikan ada bibit-bit prestasi dari para siswanya, tinggal bagaimana membinannya. Yang 70 persen ini bisa dibina juga sesuai minat dan bakatnya, pembinaan pun semua mengacu pada skema standar mutu dan standar RSKM,” katanya.

Masih menurut Endan, para siswanya yang berprestasi memiliki latarbelakang minat dan bakat siswa tersendiri. Selain itu, dorongan keluarga dan lingkungan juga menjadi faktor yang mendukung dan mempermudah pihak sekolah melanjutkannya.

Senada dengan Endan, Magdalena, seorang siswi kelas XI-IPS IV, membenarkan bahwa faktor dorongan dari orang tua, bisa membantu melancarkan cita-cita siswa-siswi, termasuk menjadikannya siswa yang berprestasi.

Hal yang sama disampaikan, Vanny Narita, Kelas XII-IPA-2, juara III pupuh dalam Event Galaksi, kepada HR menyatakan bahwa bakat terpendamnya banyak diasah oleh orang tuanya yang mempunyai kesukaan pada seni tradisional Sunda.

“€œKebetulan orang tua mempunyai kecintaan pada seni Sunda, jadi nyambung, dan lingkungan pembinaan di sekolah ini sangat mendukung,” ungkapnya.

Ungkapan Vanny tersebut diamini oleh Anisa Nur Azizah, Kelas XII-Bahasa, Juara lomba presetasi Artikel se-Jawa Barat tahun 2010, dan Riza, Kelas XII IPA 2, Juara Nasyid tingkat Jawa Barat Tahun 2009.

Sumber : http://www.harapanrakyat.com/2010/11/sistem-rekrutmen-dan-pembinaan-terpadu-dongkrak-prestasi-sman-1-kawali/

250 Pelajar SMAN 1 Kawali Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba

Seksi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Sekolah “SMAN 1 Kawali” dengan melibatkan peserta 250 siswa bertempat di Aula SMAN 1 Kawali, (26/03/2013)

Suhendi, SH dari BNNK Ciamis memaparkan dengan gamblang maslaah Narkoba mulai dari gambaran umum narkoba, peta sebaran narkoba di Jawa Barat, data kasus narkoba di Kabupaten Ciamis, kondisi remaja yang beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba, diteksi dini penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan pendidikan, hingga permasalahan terapi dan rehabilitasi bagi korban dan atau pecandu narkoba.

Sementara itu,  Ipda Endang Suwandi (KBO Sat Res Narkoba Polres Ciamis) memaparkan tentang aspek hukum dari tindak pidana narkotika, yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagai lex specialis derogat lex generalis. Selain itu Endang memotivasi para pelajar agar tidak terjerumus dengan narkoba dengan cara aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah baik intra maupun ekstra kulikuler.

“Hal itu sebagai wujud pencegahan alternatif yang dapat mengisi kekosongan waktu, dan meraih prestasi. Hal ini harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik di keluarga, lingkungan masyarakat dan sekolah untuk tetap taat terhadap aturan negara, dan norma-norma yang tumbuh dan berkembang di masyarakat”, kata Endang.

Dalam sosialisasi tersebut dijeaskan pula masalah beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dari tinjauan derajat kesehatan. Acep Joni Heryanto, S.Kep. S.Sos. Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Acep menjelaskan konsep Henrik L. Blum urutan derajat kesehatan (morbiditas, mortalitas, dan status gizi rendah) yang diawali dari faktor lingkungan 40%, pelayanan kesehatan 20%, perilaku 35%, dan faktor keturunan 5%, serta masalah kesehatan yang diawali dari bibit penyakit, lingkungan kurang sehat, perilaku kurang sehat, hal ini cikal bakal dari ketidak sadaran seseorang untuk terjerumus dengan Narkoba/Nafza, khusus di lingkungan sekolah banyak pihak yang harus menjadi perhatian besar dalam menanggulangi bahaya narkoba diantaranya Anak Sekolah, Guru, dan Masyarakat Sekolah, jika semua unsur ini tahu, faham dan sadar serta terampil menolak narkoba maka lingkungan sekolah tersebut akan terbebas dari ancaman narkoba.

Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan Narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).

Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.

Anak-anak remaja membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).

 Melalui kegiatan Sosialisasi P4GN di lingkungan sekolah ini, diharapkan pelajar memiliki daya tangkal yang kuat dari ancaman narkoba, sehingga terciptanya lingkungan sekolah terbebas dari ancaman narkoba. (sumber : BNNK Ciamis)

Sumber :

http://www.bnn.go.id/portal/index.php/konten/detail/humas/artikel/10628/250-pelajar-sman-1-kawali-ikuti-sosialisasi-bahaya-narkoba

SMAN 1 Kawali Sarat Prestasi Olahraga

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Keberadaan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kawali Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis yang jauh dari pusat kota Kabupaten Ciamis. Namun dalam hal prestasi tidak kalah dengan sekolah lain yang ada di daerah perkotaan.

Berbagai prestasi tersebut bisa diraih dengan adanya kerja keras para guru pembimbing beserta semangat para siswa. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMAN 1 Kawali  Drs Sudarman.Spd.Mpd. Sabtu (3/5/2014).

“Walaupun sekolah kami berada di daerah, namun semangat untuk meraih prestasi sangat tinggi,” katanya.

Dia juga memaparkan, prestasi yang paling menonjol dari para siswanya yaitu dibidang olah raga. Yang paling akhir ada empat siswi yang akan mewakili Kabupaten Ciamis di bidang Bola Volly untuk tingkat provinsi yang akan digelar di Bandung.

“Kemarin untuk sepak takraw menjadi juara umum untuk tingkat provinsi,” ucapnya.

Sumber : http://www.fokusjabar.com/2014/05/03/sman-1-kawali-sarat-prestasi-olahraga/

Warga SMAN 1 Kawali Menolak Paham ISIS

Ciamis (Lawunews.Com) – Faham ISIS (Islamic State Of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and Sham) sudah menjadi momok yang menakutkan di kalangan masyarakat baik para pegawai, petani, nelayan dan kalangan pelajar. Aksi penolakan faham yang tengah bergolak di Timur Tengah tersebut dianggap mengancam ideologi Pancasila yang sedang dipupuk dengan sosialisasi empat pilar Kebangsaan akibat menurunnya rasa nasionalisme. Deklarasi penolakan paham ISIS tak hanya digelar ditingkat Kabupaten, namun sudah merambah hingga ke tingkat Kecamatan, seperti di Kecamatan Kawali, baru-baru ini pihak sekolah SMAN 1 Kawali mengundang Kepolisian Sektor Kawali  dan Ketua MUI Kecamatan Kawali untuk memberikan pencerahan  terhadap warga SMAN 1 Kawali tentang pemahaman ISIS. Setelah diberikan pencerahan seputar ISIS warga SMAN 1 Kawali dengan sepakat menolak dengan tegas keberadaan ISIS. Deklarasi penolakan paham ISIS yang dilaksanakan oleh pihak SMAN 1 Kawali digelar di Aula Kampus SMAN 1 Kawali, beberapa waktu lalu.
Kepala SMAN 1 Kawali, H. Sudarman, SPd, MPd mengkhawatirkan paham ISIS menjadi trend di kalangan remaja yang kepribadiannya masih labil sehingga mereka tidak sadar telah terjurumus pada paham yang salah. “Orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya, karena kalau hanya mengandalkan lembaga pendidikan waktunya terbatas. Penyebaran paham ISIS ini telah bertolak belakang dan bertentangan dengan Ideologi Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta mengancam keutuhan NKRI, maka dari itu kami sebagai pihaknya menolak keras atas paham ISIS yang akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, “ tegas H. Sudarman. ISIS kini tengah menjadi perbincangan dunia. Persoalannya, ISIS kian hari terus mengembangkan kekuasaannya hingga ke sejumlah wilayah di luar Iraq dan Suriah sehingga dianggap mengancam negara lainnya, bukan hanya mengancam negara-negara Islam tetapi juga mengancam negara barat secara ideologis. ISIS dideklarasikan kemerdekaannya pada 3 Januari 2014 dengan sistem kepemerintahan khalifah Islam yang dideklarasikan pada 29 Juni 2014, Ibukotanya Ar-Raqqah.
Idelogi mereka sangat anti Syiah, berjihad ala Salaf beraliran wahabi dan menganut sistem kekhalifahan yang mencakup seluruh dunia. Pemimpin atau khalifah mereka adalah Abu Bakar Al-Baghdadi dan komandan lapangan mereka Abu Umar Al-Shishani. Semula daerah operasi mereka adalah Iraq, Suriah dan Libanon. Pada mulanya mereka pengikut al-Qaeda di Irak dan mereka pengikut Jama’at al-Tahwid wa al-Jihad. Sejatinya warga ISIS sendiri berseberangan bahkan bermusuhan dengan angkatan bersenjata Iraq, angkatan bersenjata Suriah, pasukan oposisi Suriah, pasukan mujahidin dan masih banyak lagi yang lainnya. Pada awalnya, tujuan utama didirikannya ISIS itu untu menjamin tegaknya kekhalifahan mayoritas kaum suni di Iraq dan Suriah. Berkat kepiawayan Abu Bakar dan dukungan finansial serta politik yang kuat maka ISIS pun berkembang pesat diberbagai tempat di berbagai negara. Kabarnya, sudah sampai juga dibeberapa tempat di Indonesia sehubungan dengan itu kita seyogyanya mewaspadai penyebaran ISIS, kata H Sudarman.
Kapolsek Kawali, Napoleon mengatakan deklarasi penolakan paham ISIS, agar paham ISIS tidak terus menyebar ke tingkat bawah. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi kepada seluruh tokoh masyarakat agar waspada dan bertindak cepat dengan melaporkan indikasi penyebaran ISIS ke aparat berwenang. “Umat Islam yang ada di Kecamatan Kawali jangan sampai diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu masyarakat harus menolak bila ada upaya yang bersifat menghasut dan segera laporkan kepada pihak pemerintah setempat ketika ada pergerakan yang menyebarkan paham ISIS yang sudah jelas-jelas dilarang oleh pemerintah, “kata Napoleon. Deklarasi penolakan paham ISIS ini, kata Napoleon merupakan tindak lanjut serta perintah dari Kapolres Ciamis yang sebelumnya telah mendeklarasikan terlebih dahulu di tingkat Kabupaten. Penolakan paham ISIS ini sangat penting dilakukan diwilayah karena dengan deklarasi ini bisa mencegah warga untuk ikut-ikutan terpengaruh paham ISIS. Menurutnya, sosialisasi seperti ini jangan hanya dilakukan satu kali saja tetapi harus ditindak lanjuti melalui tokoh para agama serta pihak-pihak terkait melalui kesempatan yang lainnya atau dengan tulisan yang jelas di spanduk yang dipasang di tempat-tempat strategis. (Mamay)

Bupati Purwakarta Kagumi SMA 1 Kawali

KAWALI, ( KP).- Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, SH melakukan kunjungan budaya sunda ke SMA Negeri 1 Kawali Kabupaten Ciamis. Rombongan bupati yang disertai para pejabat Pemkab Purwakarta beserta beberapa rombongan seni budaya sunda, diterima oleh Sekda Kabupaten Ciamis, H. Herdiat.M.M di halaman sekolah SMAN 1 Kawali Minggu (17/3).

Menurut Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi.SH mengakui sebelumnya telah melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di Kabupaten yang ada di Jawa Barat. Dari semua kabupaten ternyata SMA Negeri 1 Kawali yang menjadi pilihan. “Kami sangat bangga dengan seni budaya sunda yang dimiliki SMAN 1 Kawali” ujarnya.

Dengan program kunjungan safari budaya sunda ini, ia berharap dapat menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap seni budaya sunda yang saat ini sudah mulai luntur. Selain itu, ia juga berharap seni budaya sunda bisa menjadi kebanggaan orang sunda dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni sunda.

Sementara Kepala Sekolah SMA N 1 Kawali, Sudarman berharap kedatangan Bupati Purwakarta diharapkan dapat menumbuhkan semangat siswa untuk lebih mencintai dan mengembangkan seni budaya sunda. Apalagi masuknya budaya barat, sehingga budaya sunda nyris dilupakan. “Kami sangat mengapresiasi sekali karena banyak ilmu-ilmu dari beliau yang kami serap untuk dikembangkan di lingkungan sekolah,“ jelasnya.

Dalam kunjung itu, rombongan seni budaya dari Kabupaten Purwakarata yang tergabung dalam tim Dangiang Pakuan Galeuh menampilkan seni tari jaipong maung lugay.  Sementara dari SMA N 1 Kawali menampilkan pagelaran seni wayang golek dan helaran seni lainnya.

Sumber : http://www.kabar-priangan.com/news/detail/8598